MENYAMBUT SABRINA NAMA TERPENGGAL DENGAN BAHAGIA


Menjadi kebahagiaan. Ketika karya yang lahir dari tangan sendiri dapat diterima di tangan-tangan yang lain. Hal itu juga semestinya menjadi catatan penting untuk menjadi perenungan panjang, sampai kapan bisa tetap konsisten dan sejauh mana peningkatannya. Setelah kumpulan puisi Setia Ialah Farhatun berusia dua tahun, kini disusul kumpulan Puisi Sabrina Nama Terpenggal yang masih berbicara perihal rasa dan realita. 
Tidak untuk semua orang sesuatu hal itu istimewa, namun tidak sedikit juga yang merasa diuntungkan, dibahagiakan, semisal oleh puisi. Saya termasuk orang yang tidak suka ribet perihal menulis, apalagi harus berdebat perihal metafor, diksi atau apa pun itu yang seringkali dianggap sesuatu hal yang bersifat 'tetekon'. Bukan berarti lepas dari prosedur yang mesti ditempuh, itu memang harus dijalankan, tapi pada akhirnya sebuah karya adalah kebahagiaan spiritual si empunya. Tak ada karya yang salah selama dibuat dengan kesadaran dan dapat diterima orang lain. 

Saya harap para pembaca Sabrina Nama Terpenggal bisa menikmatinya dengan senang hati, karena dengan penuh keikhlasan dan segala kerendahan hati saya menulis puisi-puisi itu. Menyambut kelahirannya dengan bahagia, rahayu!



Posting Komentar

0 Komentar