MELUKAT DI PUNCAK CINTA




MELUKAT DI PUNCAK CINTA


Apa kau melihat darah yang mulai mengering di belakangku

Sepanjang jalan aku menuju kantung matamu

Mulutku kering tanpa kata atau apa pun yang membuat luka hatimu

Sadarkah kau aku membatu tanpa laku ini-itu, tak ingin kecewamu menjadi lantaran ulahku

Tahukah kau, jiwa raga kugadaikan pada matahari dan malam berbintang

Teruntuk matamu yang dulu sering basah oleh air mata

Saat ini ingin kugantikan dengan keindahan saban kedipan

Sebelum sampai pada haribaan akhir, di sini aku katakan sepenuhnya hidup ini untukmu

Namun kau tahu aku pun rapuh

Rentan dengan euforia yang memihak

Tamparlah mukaku jika air mata ini jatuh

Agar kau membayangkan betapa sakitnya aku


2022


Posting Komentar

0 Komentar